Ketua Komisi X DPR Merespons Gagasan Menteri Nadiem Soal Market Place Guru

Ketua Komisi X DPR Merespons Gagasan Menteri Nadiem Soal Market Place Guru
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: Humas DPR RI

“Saat ini proses rekrutmen satu juta guru honorer menjadi ASN belum juga tuntas meskipun sudah dua tahun program tersebut diluncurkan,” ujar Huda.

Dia mengungkapkan banyak kendala dalam proses rekrutmen satu juta guru honorer menjadi PPPK.

Mulai dari keenganan pemerintah daerah dalam mengajukan formasi, banyaknya kendala administrasi sehingga guru yang lolos seleksi tidak segera mendapatkan SK pengangkatan sebagai ASN, hingga proses penempatan yang memicu konflik di lapangan.

Huda mengatakan banyaknya kendala dalam rekrutmen satu juta guru honorer menjadi PPPK tersebut membutuhkan terobosan bersifat politis.

“Mendikbud bisa meminta kepada presiden untuk membuka ruang bagi hambatan yang bersifat regulatif maupun personal di lintas kementerian dan lembaga. Bukan malah menciptakan aplikasi baru,” kata Huda.

Politikus PKB tersebut mengakui jika aplikasi market place guru ini punya manfaat seperti layaknya aplikasi Gojek atau Grab yang memudahkan pertemuan driver ojek online dengan penggunanya.

Kendati demikian, market place guru ini akan berfungsi maksimal jika persoalan mendasar yakni pengangkatan guru honorer menjadi PPPK telah selesai dituntaskan.

“Dengan demikian distribusi guru bisa lebih efektif dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah,” pungkas Huda.(fri/jpnn)

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda merespons gagasan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang market place guru. Simak selengkapnya.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News