JPNN.com

Ketua MPR Dukung Pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara di Amerika Serikat

Terima Kunjungan Imam Jamaica Muslim Center New York Muhammad Shamsi Ali

Kamis, 18 Februari 2021 – 21:29 WIB
Ketua MPR Dukung Pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara di Amerika Serikat - JPNN.com
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi langkah Yayasan Inka Nusantara di bawah kepemimpinan Imam Shamsi Ali yang tengah merencanakan pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, di Connecticut, Amerika Serikat.Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi langkah Yayasan Inka Nusantara di bawah kepemimpinan Imam Shamsi Ali yang tengah merencanakan pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, di Connecticut, Amerika Serikat.

"Indonesia patut berbangga karena bisa menyebarkan ajaran Islam secara damai di Amerika Serikat,” katanya usai menerima Pengurus Yayasan Inka Nusantara Madani, di Jakarta, Kamis (18/2).

Menurut Bamsoet, hal ini menunjukkan bahwa penduduk Muslim Indonesia yang terkenal di dunia sebagai pemeluk Islam yang rahmatan lil alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan), sangat bisa memengaruhi potret wajah Islam di mata dunia.

Ketua ke-20 DPR RI ini menjelaskan berbagai bangunan yang berada dalam kompleks Pesantren Nur Inka Nusantara Madani didesain oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta tim arsitek Urbane Indonesia sebagai wujud gotong royong sesama anak bangsa.

Biaya pembangunannya berasal dari donasi gotong royong seluruh anak bangsa dan juga para donatur luar negeri lainnya melalui Nusantara Foundation.

Ia pun menegaskan kehadiran Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat makin mempertegas posisi Indonesia sebagai Islam's Center of Gravity.

“Karena selain memiliki penduduk dengan jumlah Muslim terbesar dunia, mencapai 229,6 juta jiwa (87,2 persen dari total penduduk Indonesia), pemeluk Islam Indonesia juga bisa diterima dengan baik di berbagai negara lain seperti Amerika," jelas Bamsoet.

Menurutnya, mengingat lahan pesantren yang sangat luas mencapai 10 hektare lebih, tidak ada salahnya kalau dalam kompleks pesantren turut dibangun pusat penjualan berbagai produk asal Indonesia dari mulai kopi, kerajinan tangan, hingga furniture dan perlengkapan fashion.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...