Ketum Garis Ngaku Pimpinan ISIS di Indonesia

Ketum Garis Ngaku Pimpinan ISIS di Indonesia
Ketum Garis Ngaku Pimpinan ISIS di Indonesia

Di Cianjur, dirinya menyebut ada puluhan anggota ISIS yang bergabung dari berbagai latar belakang. Menurutnya, bergabungnya mereka ke ISIS dalam rangka keinginan untuk mengubah dan menegakkan syariat Islam dan konstitusi.

"Latar belakang pendidikan mereka 60 persen sarjana, ada juga lulusan pesantren yang tersebar di beberapa wilayah di Cianjur. Selain itu, usia mereka semua rata-rata di atas 20 tahun," tandasnya lagi.

Chep menyebut, selama ini koordinasi dengan anggota lain seperti jaringan ormas, majelis mujahidin, FPI, dilakukan mereka lewat telpon. Tujuannya adalah  menghentikan pergerakan radikal di NKRI.
Terkait ISIS yang disimpulkan sebagai pergerakan yang dilarang oleh pemerintah, dirinya siap menjelaskan kepada negara: ISIS tidak seperti yang dituduhkan selama ini seperti yang ada di media-media barat.

"Kemarin saya sudah dipanggil oleh Menteri Agama. Di sana kami jelaskan bahwa ISIS bukan organisasi radikal," jelasnya.

Chep juga berani bersumpah bahwasanya sumber pendanaan ISIS berasal dari dana yang halal dan bukan dari hasil merampok.

"Demi Allah, dana yang kita himpun bukan hasil dari kejahatan, ini murni dari hasil sedekah dan infak perusahaan-perusahaan saya," tegasnya.

Di bagian lain, Polres Cirebon Kabupaten mengindentifikasi wilayah timur Cirebon (WTC) rawan penyebaran gerakan ISIS. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema. Bahkan, jajaran kepolisian sedang mendalami dan mengumpulkan beberapa data terkait organisasi tersebut.

Menurutnya, indikasi itu muncul ketika pihaknya kembali teringat unjuk rasa mengatasnamakan Islam di kantor MUI.

CIANJUR - Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hernawan mengaku dirinya adalah Pimpinan regional Indonesia untuk Islamic State of Iraq

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News