Ketum PBNU Berharap R20 ISORA Bisa Menghasilkan Aksi Nyata Penyelesaian Konflik

Ketum PBNU Berharap R20 ISORA Bisa Menghasilkan Aksi Nyata Penyelesaian Konflik
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf berharap pertemuan otoritas agama R20 ISORA dapat membuahkan kesepakatan nyata penyelesaian konflik di Jakarta, Senin (27/11). Foto: LTN PBNU

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf berharap pertemuan otoritas agama R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) dapat membuahkan kesepakatan.

Dia juga berharap kesepakan itu nantinya akan diikuti dengan aksi nyata untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi di dunia, termasuk konflik Palestina dengan Israel.

"Mudah-mudahan nanti pertemuan ini sungguh-sungguh capai kesepakatan dan tindakan nyata yang harus dilakukan bersama komunitas agama dunia," kata pria yang akrab disapa Gus Yahya saat membuka R20 ISORA di Jakarta, Senin, (27/11).

Dia menyebutkan R20 ISORA ini menghadirkan para pemuka agama dari berbagai untuk saling bertukar gagasan guna mencari solusi konflik yang sedang terjadi di dunia.

Gus Yahya juga mendorong para pemuka agama dunia untuk menghadirkan agama sebagai solusi masalah.

"Tekad bersama untuk menghadirkan agama secara relevan di tengah-tengah kehidupan manusia hari ini, menghasilkan jawaban untuk permasalahan yang ada," lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa R20 ISORA di antaranya akan membahas masalah fundamental dalam konflik yang sampai sekarang masih berlangsung di Timur Tengah, yaitu lemahnya tatanan internasional.

Acara itu sendiri dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, MenPan RB Azwar Anas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.(mcr8/jpnn)

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf berharap pertemuan otoritas agama R20 ISORA dapat membuahkan kesepakatan nyata penyelesaian konflik.


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News