Khawatir Soal Nafsu Wisatawan Membludak, DPRD Jatim Lakukan Hal ini

Khawatir Soal Nafsu Wisatawan Membludak, DPRD Jatim Lakukan Hal ini
Tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan meski terjadi penurunan kasus Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAWA TIMUR - Sebanyak 154 tempat wisata dan rumah hiburan umum (RHU) di Jawa Timur akan beroperasi setelah mendapat asesmen PPKM Level 1 dari Kemenkes RI pada Rabu (15/9).

Adanya kelonggaran tempat-tempat wisata itu dikhawatirkan menjadi ajang masyarakat beramai-ramai bepergian setelah dua tahun menahan diri untuk keluar dari rumah.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Benjamin Kristiantk mengingatkan kepada pengelola wisata menyiapkan skema tentang keluar masuknya para wisatawan.

"Saya yakin ini akan menjadi ajang balas dendam, pengelola wisata harus menyiapkan road map," ujar dia, Minggu (19/9).

Menurutnya, antisipasi itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan bersama-sama.

"Pengelola juga harus sadar," tegas dia.

Dia menyarankan pengelola wisata secepatnya berkomunikasi dengan dinas setempat tentang prosedur protokoler di tempat wisata, jika ingin secepatnya kembali beroperasi.

"Jangan diam-diam saja, segera buka komunikasi denhan Dinas Pariwisata dan Satgas Covid-19 setempat," ucap Benjamin.

Setelah dua tahun tak bisa berlibur, masyarakat dikhawatirkan balas dendam ketika tempat wisata dibuka.