KIB Diyakini Tidak Usung Capres yang Pernah Mainkan Politik Identitas

KIB Diyakini Tidak Usung Capres yang Pernah Mainkan Politik Identitas
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Golkar Meutya Hafid mengatakan KIB dibentuk untuk menghindari pembelahan di tengah masyarakat pada Pilpres 2024. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Survei Nasional Panel Survei Indonesia Permadi Yuswiryanto meyakini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak akan mengusung sosok capres-cawapres 2024 yang menggunakan politik identitas dalam pemilihan kepala daerah.

“Saya yakin KIB tidak akan mengusung capres nama-nama populer yang pernah menggunakan politik identitas," kata Permadi melalui keterangan persnya, Jumat (3/6).

Dia melanjutkan, politik identitas menyebabkan pembelahan sosial yang berbahaya bagi persatuan bangsa. 

KIB tentu mengusung sosok yang berwawasan kebangsaan. Saat yang sama, elektabilitas sosok yang memainkan identitas politik tinggi.

“Saya yakin KIB sudah melakukan antisipasi guna mencegah pembelahan sosial tersebut,” tegas Permadi.

Sebelumnya, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Meutya Hafid menyatakan bahwa KIB dibentuk untuk menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat pada Pilpres 2024. 

KIB terbentuk setelah Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa sepakat bekerja sama.

Namun, kata Meutya, KIB masih mencari sosok yang bisa menjadi capres-cawapres 2024 dengan menimbang beberapa hal.

Permadi Yuswiryanto meyakini KIB tidak akan mengusung sosok capres-cawapres 2024 yang menggunakan politik identitas dalam pemilihan kepala daerah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News