Kisah Dian Pangestuti menjadi Pengasuh Anak di London, Ada Hal Mengharukan

Kisah Dian Pangestuti menjadi Pengasuh Anak di London, Ada Hal Mengharukan
Dian Pangestuti Neilson yang membuka usaha pengasuh anak-anak di London, Inggris. Foto: ANTARA/Dian Neilson

Soal suka duka, bagi Dian menjadi childminder lebih banyak sukanya karena pada dasarnya ia suka dengan anak-anak.

"Bagi saya mempelajari dan memperhatikan mereka berkembang dari tidak dapat berbicara atau berjalan itu adalah sangat luar biasa."

Bahkan, Dian kadang menjadi saksi ketika anak-anak yang diasuhnya untuk pertama kalinya mulai bisa berjalan selangkah demi selangkah atau mulai bisa berbicara sepatah kata, sementara orangtua mereka sendiri kehilangan momen berharga itu.

Tapi, bukan berarti tidak ada dukanya. Dukanya, Dian mencontohkan ketika ada masalah dengan orangtua si anak, misal keterlambatan menjemput yang terus menerus atau mereka terlambat mengantarkan anaknya ke rumah Dian.

Kemudian terkait pembayaran yang disepakati, ada juga orang tua anak yang masih melanggar.

Sementara menjadi childminder juga ada risikonya, misal kemungkinan anak mengalami kecelakaan di rumah childminder dan tanpa ada saksi lain.

Apalagi jika anak yang diasuhnya belum mampu berbicara maka childminder berusaha untuk memberikan laporan yang sebenarnya kepada orangtua dan berharap mereka menerimanya dengan baik.

Childminder memiliki banyak tanggung jawab yang harus dilakukan sendiri, misalnya membuat laporan anak, atau bahkan laporan pemasukan yang harus dilaporkan ke HMRC/Inland Revenue atau Badan Usaha Pajak Inggris. (antara/jpnn)

Dian memutuskan berhenti bekerja di Montessori Nursery dan menekuni profesi sebagai pengasuh anak atau childmider.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News