Kisah Gatot Brajamusti dan Penyelundup Sabu yang Kini Mualaf

Kisah Gatot Brajamusti dan Penyelundup Sabu yang Kini Mualaf
Sejumlah narapidana mengikuti kegiatan tadarus Alquran di aula Lapas Mataram, Sabtu (27/5). Tampak Gatot Brajamusti (kanan). Foto: DIDIT/LOMBOK POST/JPNN.com

Sementara itu, Ustadz Muhammad Hilmi, imam salat Isya sekaligus Tarawih pada akhir pekan lalu mengatakan, tak pernah menyangka jika antusias beribadah di Lapas Mataram bisa seramai pada Sabtu malam itu. Berbondong-bondong penghuni Lapas mengikuti ibadah di aula.

”Tidak menyangka bisa seramai ini,” katanya.

Apa yang ia lihat, berbanding terbalik dengan pikirannya. Lapas dengan tahanan dan narapidana yang sempat berbuat kejahatan, rupanya sangat ramah dan baik. Antusiasme mereka untuk memperbaiki diri dengan beribadah, pun sangat tinggi.

Karena itu, Ustaz yang juga mengajar di Pondok Pesantren Al Aziziyah ini berharap agar seluruh penghuni Lapas bisa menjadi lebih baik lagi. Terutama di bulan Ramadan, untuk bisa memaksimalkan diri dalam beribadah.

”Walaupun masih berada di tempat ini, supaya bisa lebih baik lagi,” harap dia. (r2)


Kumandang azan isya bergema di setiap sudut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, NTB. Suara ini memanggil seluruh warga binaan, para tahanan dan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News