Kisah Istri Dikurung Gara-gara Berselingkuh

Kisah Istri Dikurung Gara-gara Berselingkuh
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

Untuk makan pun Karin juga harus menunggu anaknya pulang. Dia tak boleh makan sendiri, tetapi harus disuapi.

Namun, Karin juga tak merasakan nikmatnya makan. “Saya makan cuma kasihan melihat anak saya saja. Kalau tidak gara-gara mereka, mending saya mati kelaparan saja,” tutur Karin pada suatu siang di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya.

Karin semula tak tahu bakal berapa lama dia dikurung. Namun, tiga anak Karin merancang pembebasannya secara sembunyi-sembunyi.

Selanjutnya, Karin disuruh kabur dari rumah. Demi keamanan Karin, tiga anaknya sudah mengontrakkannya rumah yang tersembunyi.

“Anakku sebelumnya gak berkutik tetapi diancam sama ayahe. Kalau sampai sekongkol membela mama, akan diputus biaya sekolahnya. Akhire ya gak tega sama mamae,” tutur Karin.

Setelah kabur itulah Karin move on. Ia menghubungi Donwori untuk menyampaikan keinginannya bercerai.

Karin sudah ingin lepas dari Donwori. Ia tak sudi tinggal dengan laki-laki gila yang tega menyekap istrinya sendiri.

Anak-anak Karin pun sudah menyetujui ibu mereka bercerai. Karin mengatakan, sebelum tragedi penyekapan ini, hubungan rumah tangganya dengan Donwori memang sudah cukup renggang.

Karin dikurung selama berhari-hari dalam kamar gelap oleh suaminya sendiri lantaran ketahuan menjalin hubungan dengan pria lain.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News