Kisah Perempuan Dokter Hewan, Sejam di Perahu sambil Mengelus Harimau

Kisah Perempuan Dokter Hewan, Sejam di Perahu sambil Mengelus Harimau
HARIMAU: Erni Suyanti Musabine (39), dokter hewan yang bertugas di Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu saat merelokasi harimau sumatera ke habitatnya di kawasan hutan konservasi Bengkulu ke hutan konservasi TWA Seblat hanya dengan menggunakan perahu. Foto: ISTIMEWA/RAKYAT BENGKULU

Dia juga aktif dalam beberapa organisasi serta lembaga swadaya masyarakat seperti Forum Konservasi Harimau Sumatera (Forum Harimau Kita). Juga, anggota Dewan Penasihat LSM Centre for Orangutan Protection plus Animals Indonesia yang bekerja di bidang konservasi satwa liar.

’’Kalau tidak sedang menangani satwa liar yang membutuhkan pertolongan, saya juga membantu memberikan pelatihan untuk dokter hewan lokal. Yakni, tentang pembiusan dan penanganan harimau korban konflik dan perburuan,’’ paparnya.

Selain itu, Yanti memberikan pelatihan untuk petugas lapangan seperti polisi kehutanan, SPORC dan tim patroli, sektor swasta atau perusahaan, masyarakat, serta LSM tentang cara penanggulangan konflik harimau dan pemeriksaan forensik veteriner.

’’Terkadang saya juga mendapat undangan untuk mengajar di fakultas kedokteran hewan tentang medis konservasi. Juga, terlibat dalam beberapa penelitian harimau dan kucing besar lainnya,’’ katanya.

Selama sekitar delapan tahun menangani harimau korban konflik, tantangan terbesar yang dihadapi Yanti malah tidak berhubungan dengan cara pengobatan. Melainkan fasilitas perawatan yang kurang memadai.

Padahal, per tahun, rata-rata dia menangani 1–2 ekor harimau korban konflik. ’’Jadilah kami sering terpaksa merawat harimau di kandang sempit atau kandang jebak,’’ ujarnya.

Bagi dia, itu tak ’’manusiawi’’. Binatang sepatutnya juga diperlakukan secara beradab seperti juga manusia.

 ’’Selama delapan tahun bekerja dengan harimau, kami juga belum memiliki peralatan rescue yang memadai. Selama ini, saya sendiri berusaha mendapatkannya dari teman kolega dokter hewan di Australia, Eropa, dan Amerika,’’ ungkapnya.

DI hadapannya, seekor harimau sumatera tak kuasa bergerak karena terperangkap jerat. Tapi, tak ada sumpit yang memadai. Untuk bisa membius si raja

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News