Kisah Pilu Nadia Murad, Budak Pemuas Nafsu ISIS yang Kini Jadi Duta PBB

Kisah Pilu Nadia Murad, Budak Pemuas Nafsu ISIS yang Kini Jadi Duta PBB
Nadia Murad Basee Taha, Foto: AFP

Dia lantas menyerukan pembebasan sekitar 3.200 perempuan dan gadis Yazidi yang saat ini masih menjadi budak seks ISIS. 

Kenangan Nadia kembali ke 2014, tahun yang tak terlupakan baginya. Pada tahun itulah kehidupannya berubah.

Bersama banyak suku Yazidi lainnya, dia menjadi korban kebiadaban militan Negara Islam alias Islamic State (ISIS).

’’Saya menjadi pemuas nafsu mereka. Dan, saya tidak sendirian,’’ tegas gadis Iraq tersebut.

Dari Kocho –desa kecil di dekat Kota Sinjar, Provinsi Nineveh–, dia dibawa ke sarang ISIS di Provinsi Mosul. Di Mosul, dunia Nadia hancur.

Tidak hanya merenggut enam saudara laki-lakinya dari dirinya, ISIS juga merenggut keperawanannya secara paksa.

Dia diperkosa beramai-ramai. Dia juga diperkosa bergantian.

Dia lantas diperjualbelikan di kalangan internal ISIS untuk melayani berahi mereka.

NEW YORK – Kegigihan Nadia Murad Basee Taha memperjuangkan hak kaum hawa korban perdagangan manusia menuai apresiasi positif PBB. Jumat waktu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News