Kisah Pilu TKI Diperas Imigrasi Malaysia, Tragis Banget

Kisah Pilu TKI Diperas Imigrasi Malaysia, Tragis Banget
PASRAH: Khairul Kamal, buruh migran Indonesia yang dideportasi dari Sabah Malaysia, berharap bisa pulang ke kampung halamannya di Pontianak. FOTO: Balikpapan Pos/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Keinginan Khairul Kamal (41) memiliki harta berlimpah jauh panggang dari api.

Keputusannya menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia justru menghadirkan mimpi buruk.

Warga Pontianak, Kalimantan Barat itu telantar di Balikpapan setelah dideportasi pemerintah Malaysia.

Khairul mengaku berangkat ke Malaysia secara ilegal untuk bekerja sebagai buruh sawit lima bulan lalu.

“Namun, sampai di Malaysia, janji bayarannya tidak sesuai. Saya dijanjikan 500 ringgit per bulan, tapi cuma dibayar 300 ringgit. Itu pun lambat pembayarannya,” ungkapnya di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Balikpapan, Kamis (28/4).

Setelah empat bulan, dia memutuskan lari dari tempatnya bekerja.

Khairul memilih menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di Kota Kinabalu, Malaysia.

“Saya tidak resmi, ilegal. Paspor dan dokumen izin kerja tidak punya. Saya pasrah aja,” keluhnya.

Keinginan Khairul Kamal (41) memiliki harta berlimpah jauh panggang dari api.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News