Kisah Remaja Penderita Sindrom Manusia Serigala, Diejek dengan Sebutan Hantu & Kera

Kisah Remaja Penderita Sindrom Manusia Serigala, Diejek dengan Sebutan Hantu & Kera
Remaja India bernama Lalit Patidar (17) yang menderita hipertrikosis atau sindrom manusia serigala. Warga negara bagian Madhya Pradesh ini bercita-cita menjadi YouTuber. Foto: dokumentasi Lilit Patidar untuk Media Drum World

Menurut National Library of Medicine atau Perpustakaan Ilmu Kedokteran Nasional di Amerika Serikat (AS), terdapat dua jenis hipertrikosis.

Jenis pertama ialah hipertrikosis umum yang penderitanya mengalami pertumbuhan rambut di sekujur tubuh dan wajah.

Adapun jenis kedua ialah hipertrikosis lokal. Penderitanya mengalami pertumbuhan rambut pada bagian tubuh tertentu saja.

Hipertrikosis bisa terjadi pada saat seseorang dilahirkan atau ketika beranjak dewasa. Hingga saat ini belum ada obat untuk sindrom langka itu.

Patidar juga bukan orang pertama yang terkenal karena menderita hipertrikosis.

Pada abad ke-19 terdapat wanita Meksiko bernama Julia Pastrana. Pada saat itu Julia yang juga menderita hipertrikosis diberi julukan 'wanita beruang' dan hidup sebagai pemain sirkus.(NY Post/JPNN.com)

Lalit Patidar menderita kelainan bernama hipertrikosis atau sindrom manusia serigala sejak kecil. Kondisi itu membuatnya sering mengalami perundungan.

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News