Kisah RPKAD Merebut RRI dari G30S PKI, Ada Brigjen Takut Masuk Studio Siaran

Kisah RPKAD Merebut RRI dari G30S PKI, Ada Brigjen Takut Masuk Studio Siaran
Ilustrasi: kaus bergambar palu arit yang diidentikkan dengan PKI. Foto: dok/JPNN.com

Tugas Sintong selanjutnya ialah menyiapkan Kepala Pusat Penerangan Angkatan Darat Brigjen Ibnu Subroto menyiarkan pernyataan Soeharto.

Namun, Ibnu yang saat itu berjaket hijau dengan tanda kepangkatan tertutup tidak berani masuk ke studio siaran.

Ibnu meminta Sintong memastikan keamanan di dalam studio. "Dik... Dik... coba periksa dahulu," ujar Ibnu seperti disitir Hendro Subroto.

Kapten Heru Sisnodo yang berada di dekat Ibnu langsung bereaksi dengan nada kesal.

"Bapak ini, semua orang sudah di dalam, kok tidak berani masuk," kata Heru.

Walakhir, Sintong mempersilakan Ibnu memasuki studio dan membacakan pidato tertulis Soeharto.

Sintong meyakini pidato Soeharto yang disiarkan itu bukanlah rekaman yang dibuat di Markas Kostrad.

Keyakinan Sintong didasarkan pada ingatannya tentang Ibnu Subroto membuka map di studio RRI, lalu membacakannya dalam siaran.

Beginilah kisah RPKAD merebut RRI dari anggota G30S PKI hingga pidato Soeharto mengudara. Detik-detik menegangkan hingga memantik tawa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News