Stori tentang SPG Menjadi LC Sejak Pandemi, Jajakan Diri, Terjerat Utang pada Agensi

Stori tentang SPG Menjadi LC Sejak Pandemi, Jajakan Diri, Terjerat Utang pada Agensi
Ilustrasi LC menemani tamu di tempat karaoke. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian. Tekanan beban hidup memaksa yang tak sabar memilih jalan pintas.

Laporan Kenny Kurnia Putra, Jakarta

DENTUMAN electronic dance music (EDM) menggedor ruangan sebuah tempat hiburan di kawasan Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada suatu malam.

Lokasi kelab malam itu di bagian belakang kawasan pertokoan. 

Suara musik yang keras mengalahkan riuh pengunjung. Suasana ruangan itu pun remang-remang dengan sedikit cahaya dari lampu berkelip-kelip. 

Pramusaji di ‘tempat dugem’ itu langsung menawarkan minuman beralkohol kepada  pengunjung yang baru datang.

Tak lama kemudian ada seorang pria berjuluk ‘Papi’ yang menghampiri para tamu.  

Tanpa basa-basi, Papi langsung menawarkan jasa pemandu lagu atau lady companion (LC) kepada para pengunjung yang butuh pendamping melewati malam.

Sekelumit kisah LPG menjadi LC sejak pandemi Covid-19. Kesulitan alih profesi karena terjerat utang pada agensi. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News