Kisah Suami yang Sering Lupa Sudah "Dilayani" Istri, Padahal Selalu Loyo

Kisah Suami yang Sering Lupa Sudah "Dilayani" Istri, Padahal Selalu Loyo
Ilustrasi: radar surabaya

jpnn.com - PUNYA suami tua apalagi sudah pikun harus supersabar. Setidaknya itlah yang dirasakan Karin (bukan nama sebenarnya), 58. Sang suami, sebut saja, Donjuan, 67, sudah pikun stadium empat. Alias sudah lanjut banget. Parahnya lagi, Donjuan sangat gampang bolak-balik ke Pengadilan Agama (PA) untuk mendaftarkan talak cerai. 

Makin tua, kemampuan mengingat orang kian menurun. Sebagai istri, Karin paham itu. Makanya dia selalu mengalah meski sikap, ucapan, dan tindakan Donjuan sering menjengkelkan. 

Justru yang sering tidak terima dengan sikapnya sendiri itu adalah si Donjuan. “Kalau sudah ngadepi orang pikun itu seperti ngadepi orang gila. Apa-apa kita yang salah. Dulu saya ngalah dan diam, tapi maaf, sekarang tidak. Cukup sekian dan terimakasih,” tegas Karin di sela-sela sidang mediasi di PA, Jalan Ketintang Madya, kemarin (29/10). 

Ibarat lagunya Cita Citata, Sakitnya Tuh Disini, Karin tampaknya ogah kembali ke pelukan Donjuan. 

Sebab, bukan kali ini saja Donjuan mengajukan talak cerai di PA. Berdasarkan ingatan Karin, suaminya itu sudah lebih dari 20 kali bolak-balik kayak seterika ke PA. “Bosen. Kawin kok koyok dolanan (seperti mainan),” cetus warga Genteng, Surabaya tersebut. 

Lagi-lagi setelah sadar sudah mengajukan talak cerai, Donjuan kembali menarik talak cerainya. Dia pun meminta maaf supaya Karin mau kembali ke pelukannya. 

Karena tidak mau bertengkar dan masih mencintai suami, Karin pun tidak mempermasalahkan persoalan itu. 

Kali ini tampaknya Karin sudah tidak bisa mentolerir penyakit pikun Donjuan. 

PUNYA suami tua apalagi sudah pikun harus supersabar. Setidaknya itlah yang dirasakan Karin (bukan nama sebenarnya), 58. Sang suami, sebut saja,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News