Kisah Tentang Penemuan Sosok Ganjil yang Akhirnya Menjadi Presiden RI

Kisah Tentang Penemuan Sosok Ganjil yang Akhirnya Menjadi Presiden RI
Halaman depan The New York Times edisi 22 Mei 1998 dengan headline mundurnya Presiden Soeharto yang dilanjutkan naiknya BJ Habibie sebagai penggantinya. Foto: NY Times

Ibnu menduga saat itu Habibie tidak menyangka lawan bicaranya bisa menemui Willy Brandt. Tentu bukan sosok sembarangan jika bisa bertemu pemimpin Jerman Barat pada waktu itu.

Setelah menemui Willy Brandt, Ibnu Sutowo kembali bertemu Habibie. Pada pertemuan kedua itu juga ada Ambasador Tirtosudiro dan dr. Sanger.

Saat itu Ibnu Sutowo langsung menawarkan posisi di Tanah Air kepada Habibie.

“Saya harapkan Pak Tirto dan Sanger bisa mengatur supaya Rudy bisa kembali ke Indonesia dengan secepatnya,” ucap Sutowo.

Sepulang darri Jerman Barat, Ibnu Sutowo membuat divisi baru di Pertamina. Divisi itu khusus membidangi teknologi.

Selanjutnya, Ibnu Sutowo menemui Presiden Soeharto untuk membicarakan rencananya tentang Habibie.

“Pak Harto manggut-manggut, menyepakati apa yang sudah saya usahakan berkenaan dengan Habibie,” cerita Ibnu Sutowo.

Pada 26 Januari 1974, Habibie pulang ke Indonesia. Dia lantas menemui Ibnu Sutowo.

Ibnu Sutowo merupakan direktur utama Pertamina ketika mendengar dari koleganya soal BJ Habibie yang sudah bekerja di MBB Jerman.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News