Kisah Tragis Tenaga Medis yang Merawat Pasien Covid-19

Kisah Tragis Tenaga Medis yang Merawat Pasien Covid-19
Salah satu perawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Nurdiansyah berbagi cerita soal penanganan COVID-19 di Grha BNBP Jakarta, Minggu (19/4/2020). (Tangkapan layar Youtube BNPB Indonesia)

jpnn.com, JAKARTA - Nurdiansyah, perawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) menceritakan pengalamannya berjibaku merawat pasien COVID-19 dan suka duka selama menjalani tugas hingga stigmatisasi yang dihadapi pada tenaga medis.

"Duka yang kita alami adalah teman-teman kita banyak sekali yang mengalami stigma negatif," kata Nurdiansyah saat berbagi cerita di Gedung Graha BNPB Jakarta, Minggu (19/4).

Nurdiansyah telah bekerja di RSPI Sulianti Saroso selama satu tahun. Perjalanan menangani pasien COVID-19 dimulai awal Maret 2020, dari dua orang bertambah 10 dan meningkat terus.

Hingga kini RSPI SS hanya menangani pasien COVID-19, pasien bukan COVID-19 sekarang dialihkan ke rumah sakit lainnya.

"Seiring berjalannya waktu, pasien terus bertambah. Kita punya banyak suka dan duka," ujarnya.

Ia mengatakan ada teman-temannya sesama paramedis diusir dari kontrakan, ada teman-temannya yang memiliki anak, diasingkan oleh anak-anak tetangganya karena takut tertular.

"Jadi kalau anaknya main dengan anak tetangga, lalu diambil anaknya, untuk tidak dekat, seperti itu," kata Nurdiansyah.

Sekarang ini, lanjut Nurdiansyah, sudah banyak teman-teman tenaga medis yang mengalami atau terinfeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Nurdiansyah, perawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) menceritakan pengalamannya berjibaku merawat pasien COVID-19. Simak kisahnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News