KKB Makin Brutal, Ambulans Bawa Ibu Hamil Ditembaki

KKB Makin Brutal, Ambulans Bawa Ibu Hamil Ditembaki
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika menyalami anggota Brimob asal NTT dan Maluku Utara yang diturunkan ke Tolikara, Senin (23/10) kemarin. Foto: Denny/Cendrawasih Pos/JPNN.com

Dia menjelaskan, bisa dibilang kejadian ini musiman di Papua. ”Ini musiman di sana, ada yang ingin bagian-bagian tertentu,” tuturnya.

Menurutnya, KKB itu menjadi pengutip untuk tambang-tambang ilegal di Papua. Mereka mengambil untung dari semua kegiatan ilegal tersebut. ”Ya, mereka seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, penembakan biasanya meningkat bila para KKB itu kehabisan logistik dan makanan. Sehingga, dengan kekerasan yang dilakukan diharapkan ada logistik yang bisa didapatkan. ”Baik dari memeras dan sebagainya,” terangnya.

Lalu, apakah ada penyelesaikan selain dengan penegakan hukum? Dia mengatakan bahwa tidak ada opsi selain penegakan hukum. Polda Papua memastikan mereka semua dikejar dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Saat ini sedang kami kejar terus,” tuturnya.

Dia menegaskan, tidak boleh ada kelompok manapun yang menggunakan kekerasan bersenjata dan dibiarkan bebas. ”Kami kerahkan Brimob untuk bisa membekuk mereka,” terang jenderal berbintang dua tersebut.

Hingga saat ini, jumlah KKB di Papua mencapai kisaran 15 hingga 20 kelompok. ”Kami berupaya agar kejadian yang sama tidak terjadi kembali. KKB ini harus ditangani,” papar mantan Kadivhumas tersebut. (idr)


Kelompok kriminal bersenjata (KKB) berulah lagi. Kali ini tenda milik masyarakat dibakar di area Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Mimika.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News