Klaim Pemilik Tanah, Massa Kuasai Bandara

Klaim Pemilik Tanah, Massa Kuasai Bandara
Klaim Pemilik Tanah, Massa Kuasai Bandara
KUPANG--Ratusan massa yang mengaku sebagai pemilik tanah sempat menduduki kawasan Bandara El Tari. Sementara TNI melakukan pengamaman di lokasi. Semua pintu masuk ke Bandara ditutup dan dijaga ketat anggota Paskhas TNI AU bersenjata lengkap.

Dalam aksi itu, massa memaksa masuk dan menduduki kawasan Bandara, akibatnya bentok fisik dengan anggota tidak bisa dihindari.

Akibatnya, seorang warga yang ikut dalam aksi ini harus dilarikan di rumah sakit akibat terkena hantaman popor senjata anggota Paskhas TNI AU yang diturunkan melakukan pengamanan di lokasi.  Dua warga lainnya saat ini masih disandera anggota TNI AU di Markas Komando Pangkalan udara (Lanud) El Tari.

Seperti disaksikan koran ini, sedikitnya ratusan massa dari enam suku yang mengaku sebagai pemilik tanah seluas 543 hektar pada lokasi Bandara El Tari Kupang yang kini dikuasai TNI AU, kembali menduduki areal tersebut. Hampir semua pintu masuk ke lokasi tersebut ditutup dan dijaga ketat anggota Paskhas TNI AU bersenjata lengkap. Walau demikian, massa tetap ngotot masuk ke kawasan dekat runway di bagian timur bandara El Tari.

Massa berhasil menduduki lokasi tersebut sejak pukul 11.00 Wita dan pada pukul 16.00 Wita sempat terjadi kontak fisik antara anggota TNI AU dengan warga. Dalam insiden ini, satu warga, Noh Tosi,50, harus dilarikan polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang akibat menderita luka akibat terkena hantaman popor senjata anggota Paskhas TNI AU. Noh Tosi yang juga warga RT 25/RW 08, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menderita luka robek sepanjang lima centimeter dipelipis bagian kanan, dan harus mendapat 17 jahitan.

KUPANG--Ratusan massa yang mengaku sebagai pemilik tanah sempat menduduki kawasan Bandara El Tari. Sementara TNI melakukan pengamaman di lokasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News