JPNN.com

KLHK Harapkan BUMN Lebih Banyak Terlibat dalam Ekowisata Taman Nasional

Selasa, 08 Oktober 2019 – 17:11 WIB KLHK Harapkan BUMN Lebih Banyak Terlibat dalam Ekowisata Taman Nasional - JPNN.com
Menteri LHK Siti Nurbaya di Labuan Bajo. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, LABUAN BAJO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berkesempatan untuk berbicara di hadapan puluhan Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rapat koordinasi yang digelar di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (7/10).

KLHK Harapkan BUMN Lebih Banyak Terlibat dalam Ekowisata Taman Nasional
Skip Adv

Dalam kesempatan itu, Siti berharap peran lebih BUMN dalam membantu kerja birokrasi khusus KLHK dalam bidang pengusahaan ekowisata di kawasan taman nasional. 

"BUMN adalah bagian penting dari usaha ekonomi karena insting bisnisnya lebih tajam, saya kira kami di KLHK memang membutuhkan dunia usaha dalam mendukung kerja birokrasi," ujar Menteri Siti.

Menteri lulusan IPB ini pun mencontohkan, KLHK punya wilayah pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Siti memandang jika ada keterlibatan BUMN dalam mengelola TNK khususnya dalam pengusahaan ekowisatanya, tentu pariwisata di TNK semakin baik kualitasnya. 

Hal ini diharapkan memicu semakin banyak wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang. Keterlibatan BUMN bisa dari berbagai sisi, salah satunya bisa dimulai dengan mendukung perbaikan infrastruktur pariwisata TNK tentu dengan konsep yang baik secara bisnis.

Menteri Siti mengharapkan peran lebih dari BUMN tersebut karena saat ini KLHK sudah mengubah paradigma pengelolaan hutan terutama kawasan konservasi dari yang dahulu berisifat terbatas terhadap investasi, menjadi terbuka, terutama dengan konsep kolaborasi pengelolaan baik dengan dunia usaha maupun dengan masyarakat.

"KLHK saat ini sudah lebih membuka diri terhadap investasi, juga di kawasan konservasi, yang istilahnya dahulu di kawasan konservasi tidak boleh diusik/dimasuki manusia, sehingga ada istilah nyamuk pun tidak boleh mati, ranting tidak boleh patah di kawasan konservasi," jelas Menteri Siti.

Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang merupakan macam pengelompokan areal konservasi di Indonesia -termasuk di dalamnya Taman Nasional- yang jumlahnya mencapai 521 unit di seluruh Indonesia semuanya memiliki potensi ekowisata yang sangat unggul.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...