KLHK Targetkan Tidak Ada Pembakaran Sampah Terbuka Mulai 2031

KLHK Targetkan Tidak Ada Pembakaran Sampah Terbuka Mulai 2031
Diskusi panel bertajuk 'Net Zero Waste and Zero Emission Goals on Municipal Solid Waste' di Paviliun Indonesia pada Konferensi perubahan Iklim COP28 UNFCCC, Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (5/12). Foto dok. APP

Dia menjelaskan seiring dengan tren konsumen, Tjiwi Kimia memperluas produksinya pada produk kertas khusus untuk kemasan dengan mendaur ulang kertas bekas.

Dalam proses pengolahannya, ada impuritas berupa sisa-sisa pengotor material dari bahan baku kertas bekas. Bahan impuritas inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan RDF.

Tien menjelaskan pihaknya saat ini sedang membangun boiler pengolahan RDF dengan kapasitas 200 ton per hari yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi. Menurut Tien, boiler yang dibangun akan bebas dari dioxin furan sehingga ramah lingkungan. 

"Kami menargetkan boiler ini beroperasi tahun depan," ujarnya.

Menurut Tien, 50% bahan baku RDF akan berasal dari internal perusahaan. Sementara 50% lainnya berpotensi untuk kolaborasi dalam memanfaatkan sampah solid yang dikelola oleh pemerintah daerah, maupun sampah solid dari industri lain di sekitar Tjiwi Kimia.

Lebih lanjut Tien menjelaskan dekarbonisasi juga dilakukan oleh APP sesuai Sustainability Roadmap Vision Untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 30% pada tahun 2030.

"Langkah yang telah dilakukan diantaranya dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa," pungkas Tien Johanna. (esy/jpnn)

KLHK menargetkan tidak akan ada pembakaran sampah terbuka mulai tahun 2031. Simak selengkapnya


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News