KNKT Beber Data Grafik FDR Lion Air

KNKT Beber Data Grafik FDR Lion Air
Tim penyelam TNI AL dan awak Basarnas mengangkat roda pesawat Lion Air JT610 dari perairan Karawang, Jumat (2/11). Foto: Adek Berry/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeber data grafik Flight Data Recorder (FDR) black box Lion Air JT-610 registrasi pesawat PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018.           

Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo mengatakan, ketika pesawat mulai bergerak setelah lepas landas, terjadi perbedaan penunjukan kecepatan angle of attack (AoA) indikator milik pilot dan co-pilot. 

Angle of attack indikator sejak mulai dari pesawat bergerak sudah terlihat ada perbedaan antara kiri dan kanan. Indikator kanan lebih tinggi daripada yang kiri," kata Nurcahyo saat rapat kerja bersama dengan Komisi V DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Dia menjelaskan, menjelang terbang tercatat bahwa pesawat mengalami stall atau stick shaker.

“Jadi kemudinya di sisi kapten mulai bergetar. Ini adalah indikasi yang menunjukkan pesawat bahwa akan alami stall atau kehilangan daya angkat," kata Nurcahyo.

Dia menambahkan, berdasar grafik saat itu pesawat tetap terbang. Sempat turun sedikit, kemudian naik lagi.

Pesawat saat itu berada pada ketinggian 5000 kaki atau 1524 meter. Nah, akibat pembacaan AoA yang kacau tersebut, mekanisme stabilizer trim atau alat untuk menurunkan hidung pesawat secara otomatis bekerja.

Menurut dia, kemungkinan disebabkan angle of attack di tempatnya kapten yang menunjukan 20 derajat lebih tinggi. “Kemudian memacu terjadinya stick shaker mengindikasikan ke pilot bahwa pesawat akan stall kemudian automatic system atau MCAS menggerakkan pesawat untuk turun," kata Nurcahyo.

Data grafik tidak menunjukan ada persoalan dalam indikator masalah di penerbangan Lion Air JT-610.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News