Kompetisi Memanggil Burung Dihidupkan Kembali oleh Para Murid SD di Australia

Kompetisi Memanggil Burung Dihidupkan Kembali oleh Para Murid SD di Australia
Anak-anak dari tujuh sekolah mencoba menghidupkan kembali tradisi yang hampir punah. ()

Meski sempat tertunda pelaksanaannya karena COVID-19, tahun ini pesertanya bertambah dengan total 45 anak-anak dari enam sekolah dari kawasan suaka hewan Potoroo Palace dekat Merimbula.

Kepala Pusat Pendidikan Lingkungan Bournda, Doug Reckord, mengatakan kejuaraan ini mendorong para siswa untuk mengamati dan merawat satwa liar, sambil belajar sejarah.

"Kami bahkan mendengar burung-burung itu menyahut dari atas pohon," katanya.

Bruce Chapman, salah satu mantan juara yang mewakili sekolah negeri Merimbula pada tahun 1953 dan 1954, sekarang menjadi jurinya.

"Kami menilai mereka berdasarkan antusiasme, kejelasan, dan akurasi," kata Chapman.

"Saya pikir mereka semua akan mendapat skor tiga [skor tertinggi] untuk antusiasme."

Burung sudah kembali setelah bencana alam

Sejak kecil, Bruce sangat antusias mengamati burung-burung liar.

Tapi dia merindukan kedatangan burung pardalote, yang suka ia lihat di halaman belakang rumahnya.

Bersiul, memanggil burung dengan menirukan suara-suara yang khas, inilah yang dilakukan puluhan murid sekolah dasar di Australia untuk meneruskan tradisi yang hampir punah

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News