Kompetisikan Pendamping Mega

Kompetisikan Pendamping Mega
Kompetisikan Pendamping Mega
"Berdasar pengalaman pada kongres-kongres sebelumnya, nampaknya kongres PDI-P mendatang juga masih akan menerapkan sistem formatur tunggal. Jika benar demikian, maka dengan proses penjaringan tadi, Ketua Umum terpilih nantinya akan memeiliki acuan untuk mendudukan orang dalam posisi yang tepat, the right man on the right place," kata pengamat politik dari LIPI tersebut.

Pendapat yang sama disampaikan oleh pengamat politik dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) J Kristiadi. Menurut Kristiadi, ada dua hal yang harus dilakukan Partai Moncong Putih, setelah memilih kembali Megawati sebagai Ketua Umum. Pertama, Mega harus didampingi oleh orang-orang yang mengerti betul organisasi dan masa depan partai. Kedua, harus menentukan agenda partai ke depan .

Menurut Kristiadi,  dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini telah muncul kader-kader PDI Perjuangan yang pantas mendampingi Mega secara rasional dan demokratis. Mereka inilah yang semestinya direkrut untuk memperkuat DPP. "Mega harus menyadari bahwa pola kepemimpinan kharismatik sebagaimana yang terjadi di PDI Perjuangan selama ini pada saatnya akan berakhir," katanya.

Karena itulah, penting jika dalam kongres PDI Perjuangan yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat dilakukan proses penjaringan dengan mekanisme kompetisi  untuk mendapatkan kader-kader andal untuk duduk di jajaran DPP, mendampingi Mega. Proses penjaringan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, membentuk tim penjaringan yang terdiri dari Dewan Pertimbangan dan DPD-DPD. (ara/jpnn)        

JAKARTA – Sosok Putri Bung Karno Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan dipastikan masih belum tergantikan dalam Kongres


Redaktur & Reporter : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News