Konflik AS-Iran Memanas, Agus Imbau TKI Tidak Nekat Mencari Kerja ke Timur Tengah

Konflik AS-Iran Memanas, Agus Imbau TKI Tidak Nekat Mencari Kerja ke Timur Tengah
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB), Agus Patria. Foto: ANTARA/Nur Imansyah

jpnn.com, MATARAM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat mengimbau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal provinsi itu tidak nekat mencari kerja ke Timur Tengah menyusul ketegangan yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat.

“Kalau ada TKI kita yang ke Timur Tengah, kami minta untuk kembali. Jangan nekat, apalagi ada ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Agus Patria seperti dilansir Antara, Jumat (10/1/2020).

Dia mengatakan kalaupun ada TKI asal NTB bekerja di Timur Tengah, pihaknya baru mengetahui saat mereka sudah kembali ke daerah asal. Dia mengaku kesulitan mendeteksi keberadaan TKI di Timur Tengah.

"Jangankan kami, kedutaan besar di Timur Tengah sangat sulit mengetahui keberadaan mereka di sana. Biasanya mereka baru ketahuan itu kalau sudah kembali ke NTB," ucapnya.

Agus Patria, mengakui pascakonflik Iran dan Amerika Serikat memanas, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Luar Negeri. Hal ini untuk memastikan apakah ada warga NTB yang bekerja di Timur Tengah.

"Kalau informasi TKI ada di Timur Tengah itu selalu ada. Cuman berapa jumlahnya kami tidak tahu. Karena ya itu tadi, kami kesulitan mendeteksi keberadaan mereka di sana," ujar Agus Patria.

Menurut Agus, pemerintah Indonesia sendiri memberlakukan moratorium TKI ke Timur Tengah. Oleh karena itu, kalau pun ada TKI asal NTB yang bekerja di Timur Tengah sudah pasti mereka tidak berangkat melalui jalur resmi atau ilegal.

"Karena ini ilegal, kami meminta kepolisian turun tangan. Sebab, ini bisa dikatakan tindakan pidana," katanya menegaskan.

Menurut Agus, Indonesia sudah memberlakukan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah, tetapi kalau ada TKI asal NTB yang bekerja di Timur Tengah sudah pasti berangkat melalui jalu ilegal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News