Kopi Kerinci Tembus Eropa di Masa Pandemi

Kopi Kerinci Tembus Eropa di Masa Pandemi
Perwakilan LSM Belgia Rikolto dan pegiat Kelompok Tani Koperasi Koerintji Barokah Bersama di Jambi yang membudidayakan kopi Kerinci. Foto: Kementan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kopi meningkat 5,05 persen dibandingkan periode Januari hingga Mei 2019. Pada periode Januari-Mei 2020 nilai ekspor kopi mencapai angka USD 311,95, meningkat dari USD 296,96 pada periode yang sama tahun lalu.

Demikian pula dengan volume ekspornya yang meningkat sebesar 31,15 persen dari 96,57 ribu ton menjadi 127 ribu ton. Walakin, Kasdi tak mau berpuas diri.

“Ditjen Perkebunan terus mendorong petani untuk terus memperbaiki kualitas produk sesuai permintaan pasar. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi kualitas, selain itu diperlukan penekanan pada prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dalam penanaman sampai panen kopi, dan pascapanen,” tegas Kasdi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Dedi Junaedi menambahkan, Jambi memiliki potensi untuk mengekspor komoditas hasil perkebunan. Selain kopi, ada komoditas kayu manis yang banyak dibutuhkan negara-negara di Eropa.

Secara kekhasan, kopi dan kayu manis dari Kerinci sudah diakui melalui sertifikasi Indikasi Geografis (IG) 2017 dan 2016. “Tantangan pengembangan kopi ke depan tidak hanya persoalan produksi, produktivitas dan mutu, tetapi bagaimana bisa menciptakan produk bernilai tambah dan mengefisienkan rantai pasok,” ucapnya.

Menurutnya, ekspor kali ini akan menjadi tonggak penting tentang efisiensi rantai produksi dan pemasaran dari produsen atau kelompok tani, langsung kepada pembeli. Dedi pun berharap agar ke depan para eksportir juga memperhatikan aspek-aspek lingkungan, good agricultural practices (GAP), ketelusuran, standard organic product dan penerapan standar lainnya.

Sementara Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal menyebut ekspor kali ini merupakan yang perdana dan langsung menuju Belgia melalui Pelabuhan Talang Duku. Sebelumnya, ekspor dilakukan melalui Pelabuhan Belawan, Medan. 

Menurut Agsurizal, konsistensi ekspor Kopi Kerinci ke Eropa tidak lepas dari pendampingan dan pembinaan kepada para petani. Salah satunya melalui pendampingan dari Rikolto kepada kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi di Kayu Aro sejak tahun 2017.

Pada masa pandemi, kopi khas Kerinci dari Jambi justru mampu menembus pasar Eropa melalui ekspor langsung ke Belgia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News