Jumat, 16 November 2018 – 10:25 WIB

Korban Selamat Cerita Detik-detik KM Sinar Bangun Tenggelam

Kamis, 21 Juni 2018 – 08:02 WIB
Korban Selamat Cerita Detik-detik KM Sinar Bangun Tenggelam - JPNN.COM

jpnn.com - Korban yang selamat dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6), sangat bersyukur, tapi menyisakan trauma yang sulit dilupakan. Sebaliknya, bagi keluarga korban yang belum ditemukan, begitu remuk hatinya karena banyak rencana indah yang belum terwujud jadi nyata.

Bagi Heri Nainggolan, 23, korban selamat KM Sinar Bangun, pengalaman hidup mati sekitar 30 menit di Danau Toba menjelang senja itu tak akan pernah terlupakan seumur hidup.

Ditemui di rumah keluarganya kemarin (20/6), Heri menceritakan, sesaat sebelum kapal tenggelam, dirinya duduk di atas sepeda motor yang diparkir di lambung kapal sebelah kiri.

Bersama Roy Sirait, rekan sekampungnya yang sampai saat ini belum ditemukan, dia sudah cemas setelah melihat kondisi kapal dan cuaca buruk yang ditandai gelombang yang besar. ”Penumpang sangat ramai dan sepeda motor juga sangat banyak di dalam kapal,” ujarnya.

Sepeda motor yang berjumlah sekitar 60 unit itu dijejer di lambung kiri dan kanan kapal, termasuk di dalam kapal di lantai 1. Sementara itu, selain di lantai 1 dan lambung kapal, penumpang memadati lantai 2 dan 3. ”Suasana kapal penuh sesak,” tambahnya

Para penumpang itu memang memaksakan diri naik ke kapal karena kondisi sudah sore dan cuaca mendung. Mereka takut tidak ada kapal untuk pulang. Setelah kira-kira 15 menit meninggalkan pelabuhan, cuaca tiba-tiba buruk.

”Terdengar suara seakan kapal menabrak sesuatu dan tiba-tiba mesin kapal mati. Hanya hitungan detik, ombak besar menghantam kapal dari arah lambung kiri,” cerita Heri.

Akibatnya, kapal oleng ke kanan. Heri pun melompat dari kapal. Dia disambut para penumpang yang sudah melompat atau terlempar ke dalam danau. ”Beberapa di antara penumpang memegang tubuh dan baju saya untuk menyelamatkan diri,” ceritanya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar