Kostraling Kementan-Bulog Sepakat Menyerap 26.592 Ton Gabah Petani di Nganjuk

Kostraling Kementan-Bulog Sepakat Menyerap 26.592 Ton Gabah Petani di Nganjuk
Ilustrasi - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduk Sampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (12/3). Foto ilustrasi: Kementan.

“Harga tidak boleh di bawah HPP, kami pastikan minimal sama dengan HPP. Kementan bersama mitra akan terus bekerja untuk petani," tegasnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan, persyaratan kualitas harga gabah sesuai Pemendag No.24 Tahun 2020 tentang HPP untuk pembelian gabah/beras oleh Perum Bulog mulai berlaku 19 Maret 2020.

Berdasarkan Permendag itu, gabah kering panen (GKP) tingkat petani dengan kadar air 25 persen dihargai Rp 4.200 per kg, kadar air 25 persen tingkat penggilingan Rp 4.250 per kg.

Kemudian, harga gabah kering giling (GKG) kadar anganjukir 14 persen tingkat penggilingan Rp 5.250 per kg, kadar air 14 persen di gudang Bulog harga Rp 5.300 per kg, dan harga beras kadar air 14 persen sebesar Rp 8.300 per kg.

Baca Juga: Polisi Bergerak di Jalan Teuku Umar, Kelakuan Perempuan Ini Terbongkar

"Kementan secara optimal melakukan upaya-upaya penanganan panen dan pascapanen untuk menjaga agar harga gabah/beras petani menguntungkan serta melakukan juga percepatan tanam Musim Tanam-II," ucap Suwandi.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, Kementan memberikan sarana pascapanen seperti alat panen dan perontokan (combine harvester), sarana pengering (dryer) dan penggilingan (Rice Milling).

"Kami pastikan musim panen raya padi awal tahun 2021 menguntungkan petani dan stok beras terjamin," pungkas Suwandi. (cr3/jpnn)

Kementan telah membentuk Tim Terpadu Gerakkan Serap Gabah Petani (GSGP) untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah petani memasuki puncak panen raya


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News