Minggu, 19 November 2017 – 00:56 WIB

KPK Periksa Direktur Umum dan Fasilitas UI

Rabu, 18 September 2013 – 15:43 WIB
KPK Periksa Direktur Umum dan Fasilitas UI - JPNN.COM

JAKARTA - Direktur Umum dan Fasilitas Universitas Indonesia Donanta Dhaneswara memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi di Perpustakaan UI tahun anggaran 2010-2011.

Donanta tampak mengenakan kemeja putih. Ia datang sekitar pukul 14.17 WIB. "Iya, saya diperiksa sebagai saksi," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9).

Ketika ditanya apa yang akan disampaikan kepada penyidik, Donanta mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu, tergantung penyidik," katanya.

KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi di Perpustakaan UI tahun anggaran 2010-2011. Salah satunya adalah mantan Rektor Universitas Indonesia, Gumilar Rusliwa Somantri. Gumilar saat ini tengah menjalani pemeriksaan.

Selain itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak swasta. Mereka adalah Sales PT Datascrip Muhammad Fansuri Tumanggor, Sales PT Datascrip Duenma Aliando Hutagaol, Direktur Utama PT Ikonexi Dharma Alfred Alprino Ambarita, Direktur PT Derwi Perdana Internasional Irwan Widjaja, Sales PT Datascrip Agus Sutanto, dan Mantan Karyawan SRU Komputer dan Suplai PT Makara Mas, Subhan Abdul Mukti.

KPK sudah menetapkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum Universitas Indonesia, Tafsir Nurchamid sebagai tersangka kasus itu. Tafsir disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Ia diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama yang merugikan keuangan negara, ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. KPK menemukan dugaan penggelembungan harga dari proyek pengadaan senilai Rp 21 miliar tersebut. (gil/jpnn)

SHARES
TAGS   korupsi UI
loading...
loading...
Komentar