KPU DKI Bebaskan Kandidat Bicara Tak Santun saat Debat

KPU DKI Bebaskan Kandidat Bicara Tak Santun saat Debat
Tiga pasangan calon Pilkada DKI. Foto: dok jpnn

jpnn.com - jpnn.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengingatkan pasangan calon bahwa setiap kalimat yang disampaikan pada debat terbuka nanti tidak hanya menjadi perhatian warga ibu kota.

Karena bakal disiarkan secara langsung lewat sepuluh stasiun televisi, penampilan ketiga pasangan calon bakal disaksikan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Sementara terkait pilihan kata-kata yang disampaikan, sepenuhnya diserahkan pada tiga pasangan calon.

"Jadi ini jualan ide dan gagasan, di mana masyarakat bisa menilai ketiga pasangan dalam satu panggung. Urusan apakah mereka menyampaikan gagasan dengan kata-kata dengan tak baik, tentu itu jadi penilaian publik. Tapi terkait preferensi pilihan kata, itu terserah mereka," ujar Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos pada diskusi yang digelar Populi Center di Gedung KPU DKI, Kamis (12/1).

Secara khusus, Betty juga mengajak masyarakat menjadikan penjelasan ketiga pasangan calon pada debat nantinya, sebagai dokumen.

Sehingga ketika terpilih, masyarakat dapat mengingatkan kepala daerah yang ada. Untuk menjalankan pemerintahan esuai visi misi yang disampaikan.

"Kalau bisa ini (debat terbuka,red) jadi dokumen publik. Bahwa dulu mereka mengatakan ini (janji,red). Tapi kok enggak tejadi ketika mereka memimpin. Akhirnya masyarakat bisa menuntut balik, inilah janji anda," pungkas Betty.(gir/jpnn)


 Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengingatkan pasangan calon bahwa setiap kalimat yang disampaikan pada debat terbuka nanti tidak hanya menjadi


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News