Kamis, 13 Desember 2018 – 04:21 WIB

Kronologis Wahyu Bunuh Edo karena Dibakar Cemburu

Minggu, 14 Oktober 2018 – 00:12 WIB
Kronologis Wahyu Bunuh Edo karena Dibakar Cemburu - JPNN.COM

jpnn.com, PALEMBANG - Polisi berhasil menangkap Wahyu (23), yang menjadi buronan selama dua tahun lebih, setelah membunuh Edo, 30 Juli 2016 silam. Saat itu Wahyu juga membawa kabur sepeda motor milik korban, Yamaha Mio J, warna putih. Wahyu tidak sendiri, tapi bersama temannya, biasa disapa Ogik.

Tapi, baru beberapa hari pulang kampung ke Palembang, keberadaannya tercium Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Tersangka Wahyu diciduk di Jl RE Martadinata, Kecamatan IT II, Selasa (9/10), sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya kira sudah aman, ternyata polisi masih mencari saya,” ujarnya di Mapolda Sumsel seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Wahyu duduk di kursi roda sambil menahan sakit dari luka tembak di kakinya. Dia terpaksa dilumpuhkan karena berusaha kabur saat disergap aparat Unit II Subdit III pimpinan Kompol Bachtiar. "Saya kabur ke Lampung. Kalau Ogik (DPO), saya tidak tahu di mana dia saat ini," aku Wahyu, warga Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan SU I, Palembang.

Diceritakannya, dia nekat menghabisi Edo karena terbakar api cemburu. Menurut Wahyu, pacarnya yang berinisial R, kala itu, berselingkuh dengan Edo. ”Ternyata, mereka sudah lama selingkuh. Waktu aku mau ngapel, R tidak ada di rumah. Saya lihat pacar saya jalan sama Edo,” kenang Wahyu.

Malam itu, Kamis (30/6/2016), sekitar pukul 01.30 WIB, dia dan Ogik menemui Edo di Jl Mayjen Yusuf Singadekane, Kecamatan Keramasan, tepatnya di depan sebuah warung ikan salai.

Sempat ribut mulut, bagian belakang kepala korban kemudian dipukul pakai kayu sebanyak tiga kali. “Daripada dia (Edo) dapat pacar saya, lebih baik saya habisi dia,” tegasnya.

Setelah korban Edo tersungkur, Wahyu dan Ogik kabur membawa motor korban. Korban akhirnya meninggal dunia. Sementara motor korban, dijualnya kepada seseorang di Kabupaten Ogan Ilir (OI) seharga Rp1,3 juta, tapi baru dibayar Rp800 ribu.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar