Kurangi Impor, Bibit Sapi Harus Dioptimalkan

Dorong PT Berdikari Tingkatkan Produksi

Kurangi Impor, Bibit Sapi Harus Dioptimalkan
Kurangi Impor, Bibit Sapi Harus Dioptimalkan
Di tempat yang sama, Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrat juga menanggapi bahwa perlunya upaya meningkatkan produksi daging sapi dalam negeri baik oleh pihak swasta maupun BUMN. "Produsen kita masih sangat kurang sekali memproduksi daging sapi. Karena itu, kami akan mendukung peluang kepada siapapun untuk melakukan intervensi produksi, yaitu dimulai dengan memperbanyak sapi betina produktif, baik pada produsen swasta maupun BUMN seperti PT Berdikari yang selama ini sudah melaksanakan hal tersebut," tandasnya.

Senada dengan anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Honing Sani dari Fraksi PDIP turut membenarkan mengenai kurangnya produksi daging sapi nasional. ”Faktanya kita memang kekurangan daging, rata-rata tiap tahun kita kekurangan daging 50 ribu sampai 70 ribu ton. Oleh karena itu, sekarang yang harus diperhatikan adalah kebijakan dari pemerintah dan DPR itu seperti apa" Ini agar pada 2014 kekurangan itu bisa ditanggulangi,” harapnya.

Kader partai berlambang banteng ini pun menuturkan bahwa kebutuhan sapi dalam negeri belum cukup untuk mensuplai kebutuhan daging di dalam negeri. ”Untuk menanggulangi kebutuhan daging nasional, kita harus terus kembangkan bibit sapi. Perusahaan BUMN yang saya ketahui masih produktif dalam pembibitan sapi dan saat ini mendapat PSO dari pemerintah adalah Berdikari," katanya. Jika tidak ditangani serius, Honing mengaku tidak optimistis pada 2014 Indonesia bisa swasembada ternak. Karena itu dari Menteri Pertanian masih banyak kebijakan yang harus diperbaiki. (vit)

JAKARTA - Peran BUMN dalam meningkatkan penyediaan bibit sapi nasional harus dioptimalkan. Selama ini kebutuhan daging sapi nasional yang tiap tahun


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News