Lady of Heaven

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Lady of Heaven
Arsip - Mahasiswa Jamia Millia Islamia meneriakkan slogan-slogan menentang juru bicara partai Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma dan pemimpin BJP Naveen Jindal dan menuntut penangkapan mereka atas komentar terhadap Nabi Muhammad, di kampus Jamia Millia Islamia di New Delhi, India, 10 Juni 2022. (ANTARA/Reuters/Anushree Fadnavis/as)

Demo meluas dan ratusan ribu netizen mengecamnya. Karena protes yang meluas ke seluruh dunia, BJP tidak mau mengambil risiko dan Sharma kemudian dipecat dari keanggotaan partai.

Akan tetapi, setelah resmi dipecat Sharma malah mendapat simpati yang cukup luas dari pendukungnya.

Muncul tagar ‘’Save Sharma’’ untuk mendukungnya supaya dikembalikan ke keangotaan partai. Muncul pula tagar ‘’Sharma Wanita Pemberani’’ yang memuji keberaniannya.

Akan tetapi, isu hubungan Islam-Hindu yang sangat sensitif di India membuat BJP berpikir pragmatis daripada harus menghadapi gelombang protes nasional dan internasional, yang bisa merugikan posisi India di mata komunitas Islam internasional.

Kontroversi lainnya minggu ini kembali muncul di India, Timur Tengah, dan beberapa negara Islam.
Sebuah film berjudul ‘’The Lady of Heaven’’, Wanita Surga, yang minggu ini dijadwalkan mulai tayang secara nasional di Inggris, diprotes dan diminta supaya ditarik karena dianggap melecehkan Islam.

Dalam kasus Sharma yang menjadi sasaran pelecehan ialah Nabi Muhammad.

Dalam film ini yang dianggap menjadi sasaran pelecehan adalah Siti Fatimah Az-Zahrah putri Nabi Muhammad.

Film itu berkisah mengenai kehidupan Siti Fatimah dari sudut pandang yang kontroversial sehingga berpotensi makin menimbulkan perpecahan di kalangan Islam antara penganut Sunni dan Syiah.

Dalam kasus Sharma, yang dilecehkan ialah Nabi Muhammad. Dalam film Lady of Heaven, yang dilecehkan adalah Siti Fatimah Az-Zahrah putri Nabi Muhammad.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News