Langkah PDIP Pecat Bobby Diprediksi Merugikan Suara Partai

Langkah PDIP Pecat Bobby Diprediksi Merugikan Suara Partai
Ilustrasi - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wali Kota Medan Bobby Nasution di Medan, Sumut, Kamis (26/1/2023) malam. Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Arifki Chaniago mengomentari langkah PDI Perjuangan memecat Bobby Nasution yang memilih mendukung pencalonan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

Bobby merupakan kader PDI Perjuangan, tetapi tidak memilih mendukung pasangan capres yang diusung partainya di Pilpres 2024, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Arifki menilai pemecatan Bobby berpotensi menggerus suara partai pimpinan Megawati Soekarnoputri di Sumatra Utara karena akseptabilitas Wali Kota Medan tersebut cukup tinggi di Sumut.

“Beberapa survei terakhir di Sumatra Utara menunjukkan akseptabilitas dan elektabilitas Bobby Nasution ini cukup tinggi, sehingga ini bisa jadi faktor yang merongrong basis-basis pemilih PDIP,” ujar Arifki di Jakarta, Rabu (15/11).

Arifki juga menilai potensi tergerusnya suara PDIP karena tingginya kepuasaan publik kepada Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, Bobby merupakan menantu Presiden Jokowi. Karena itu tindakan PDIP berpotensi memicu kekecewaan pemilih Jokowi.

Arifki menilai ada peluang migrasi pemilih Jokowi dari PDIP ke pasangan calon presiden Prabowo-Gibran.

"Pendukung loyal Pak Jokowi besar. Jika menantunya dipecat sebagai kader, maka pesan politiknya makin terbuka. Keluarga Jokowi mulai dipisahkan dari PDI-P. Ini bakal berdampak dengan keluarnya pendukung Bobby atau mungkin Jokowi dari PDI-P," kata Arifki. (gir/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Pengamat politik memprediksi langkah PDI Perjuangan memecat Bobby Nasution bakal merugikan suara partai di Sumut.


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News