Jumat, 19 Oktober 2018 – 11:29 WIB

Larang Anak Main Gadget tapi Ortu kok Tergila-gila Medsos

Selasa, 02 Oktober 2018 – 00:45 WIB
Larang Anak Main Gadget tapi Ortu kok Tergila-gila Medsos - JPNN.COM

jpnn.com - Tanpa disadari, orang tua ikut berperan aktif "menjerumuskan" anaknya ke dunia gadget. Dunia anak yang mestinya penuh keceriaan terkurung oleh teknologi. Anak-anak menjadi individual, kurang empati dan simpati, serta malas berkomunikasi

Mesya Mohamad, Bandung

MINGGU, 30 September, ratusan orang tua dan anak berkumpul di Podomoro Pavilion Bandung. Kawasan asri bergaya Bandung tempo dulu tapi tetap kekinian ini menjadi favorit warga Bandung. Di sini mereka bisa membawa anak-anaknya menikmati permainan tradsional. Cukup jitu karena anak bisa melupakan gadgetnya.

Anak-anak bisa bermain lompat-lompatan, engklek, bola, balon, bersepada, perosotan, dan jenis permainan tradisional lainnya yang makin langka dilihat di era sekarang. Bahagia sekali kala melihat anak-anak balita dan batita saling berdialog dengan bahasa yang mungkin hanya dimengerti mereka.

Mereka sangat ceria. Saat itu tidak ada satupun anak minta bunda maupun ayahnya meminjamkan gadget. Mereka lebih senang main perosotan. Naik tangga, turun lagi, begitu seterusnya. Kita yang lihat capek, tapi anak-anak ini seakan tiada lelahnya.

Ada juga anak yang minta bundanya melemparkan balon. Walaupun sang bunda takut bila balonnya pecah, tapi tidak sampai hati melarang buah hatinya. Satu balon meletus, si bocah kaget dan menangis. Kapokkah si bocah? Tidak! Dia malah minta diambilkan balon baru dan sengaja ditusuk agar pecah. Ajaib. Tidak ada tangisan lagi. Dia tertawa riang memperlihatkan gigi susunya yang bolong-bolong.

"Itulah dunia anak yang sebenarnya," seru Seto Mulyadi alias Kak Seto yang hari itu menjadi pembicara utama dalam seminar berjudul "Membesarkan Anak Zaman Now: Gadget vs Engklek" besutan Podomoro Park Bandung.

Ahli psikologis anak ini mengungkapkan keprihatiannya atas kecanduan anak zaman now pada gadget. Anak-anak tidak terampil, cederung menyendiri, tidak menghargai proses, kurang komunikasi dengan keluarga.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar