JPNN.com

Larva Lalat jadi Sumber Protein Pengganti Daging

Sabtu, 03 Agustus 2013 – 23:14 WIB
Larva Lalat jadi Sumber Protein Pengganti Daging - JPNN.com
Farm 432, mesin yang dirancang memproduksi larva lalat sebagai sumber produksi protein pengganti daging. Getty Images

SEMUA orang pasti tahu bahwa kedelai atau telur bisa menjadi bahan pengganti daging karena kaya akan protein. Tapi rupanya kebutuhan protein juga bisa dipenuhi dari larva lalat yang dipanen dari sebuah mesin yang dirancang.

Perancangnya adalah wanita asal Austria, Katharine Unger. Ia mengembangkan mesin baru yang diberi nama Farm 432, untuk memanen setengah kilogram larva setiap minggu dan cukup untuk dua kali makan. Lulusan desain industri University of Applied Arts di Wina ini, mengembangkan ide tersebut karena ingin mengatasi industri daging ternak dengan menghasilkan protein di rumah yang tak lain berasal dari larva lalat.

Larva yang diproses menggunakan Farm 432 akan berbau seperti tepung kentang dengan rasa agak pedas dan padat. Mesin ini dirancang Unger dengan cahaya dan ruang yang cukup bagi lalat untuk tumbuh dan menghasilkan larva. Meskipun sekarang desain alat ini masih digunakan di ruma, tapi sistemnya bisa ditingkatkan untuk pemakaian di dapur profesional.

"Alat ini cukup mudah digunakan oleh siapa saja. Anda hanya perlu memasukkan beberapa ekor lalat hitam, dan di sini mereka akan berkembang biak kemudian pindah ke ruang yang lebih besar untuk menghasilkan larva," kata Unger seperti yang dilansir laman Daily Mail, Jumat (2/8).

Kemudian, larva akan berada di area terpisah lalu ia akan bergerak ke atas tabung. Setelah diproses, larva akan dialirkan ke dalam wadah seperti cangkir dan siap dimakan. Beberapa larva yang jatuh kembali ke dalam mesin akan diproses lagi.

Unger memilih lalat hitam karena jenis hewan itu mudah berkembang biak serta mengandung kalsium tinggi, asam amino, dan 42 persen protein. Jumlah tersebut dua kali lipat kandungan protein di dada ayam. Satu gram telur lalat hitam, bisa menghasilkan 2,4 kg protein setelah diproses di Farm 432 selama 432 jam.

"Tapi jika lalat hitam tidak sesuai dengan selera anda, maka larva hewan lainnya bisa juga digunakan," kata Unger.

Pada tahun 2050, produksi daging diperkirakan akan meningkat 50 persen untuk memenuhi kebutuhan populasi yang meningkat.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
arwan