Lebaran, Jam Gadang Dibuka untuk Umum

Lebaran, Jam Gadang Dibuka untuk Umum
Lebaran, Jam Gadang Dibuka untuk Umum
Renovasi ini merupakan hasil kerjasama BP3 dan Badan Pusat Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), hingga saat ini telah berhasil diperbaiki, Struktur Pondasi dan Dinding serta rangka atap yang Rusak. "Sebagian lantai kembali dibongkar karena nantinya akan menambah beban, sehingga pondasi tidak sanggup lagi menahanya, renovasi ini telah melakukan penelitian terlebih dahulu,"ungkapnya.

"Penel itian itu dilakukan dengan  melibatkan peneliti dari ITB dan Bung Hatta, sehingga mana yang harus diganti dan mana yang harus dibiarkan seperti aslinya (Konservasi), diperhitungkan dengan baik sehingga apa yang harus dikerjakan dapat terus mempertahankan keaslianya," ujarnya.

Menurut Fitra, hasil dari penelitian itu menemukan bahwa pondasi bangunan ini cukup keras sehingga tidak perlu diganti, namun struktur tanah yang menjadi landasanya perlu diperhatikan sehingga tidak goyang dan menyebabkan pergesaran pada pondasi.

Ia berharap, kepada pemko Bukittinggi, agar daerah yang berada disekitar Jam Gadang dapat disterilkan, artinya tidak ada lagi tempat parkir disekitar itu, karena akan menyebabkan terjadinya pergeseran tanah akibat banyaknya beban, sementara kondisi tanahnya sangat labil.(cr21/fuz/jpnn)

BUKIT TINGGI- Jam Gadang, siapa yang tak kenal dengan salah satu ikon Sumatera Barat itu. Gempa yang menggoncang ranah Minang beberapa waktu lalu


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News