Lebaran Lesung

Oleh: Dahlan Iskan

Lebaran Lesung
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Lalu dua kali pula berbuka puasa di Jakarta.

Syukurlah tahun ini masih belum banyak acara undangan berbuka puasa. Semoga tidak kembali seperti sebelum Covid.

Ups...masih satu kali lagi saya berbuka puasa di luar rumah: di acara yang diadakan putri saya, Isna Iskan. Yakni untuk para penghuni perumahan yang dikelolanyi. Di Sidoarjo.

Begitulah.

Meski selalu berolahraga, saya tidak pernah merasa kehausan berlebihan. Kecuali satu kali: waktu di Kembang Janggut itu. Haus sekali. Tenggorokan sangat kering. Hampir saja saya mokel –membatalkan puasa. Tapi malu. Terutama pada teman-teman Kristen yang satu mobil, yang telanjur ikut tidak makan.

Sedang soal rasa lapar, itu tiap hari. Tapi setelah terbiasa merasa lapar selama satu minggu, lapar berikutnya terasa nikmat. Lapar yang bisa bikin kangen. Lapar yang membuat badan terasa ringan.

Rasanya seperti ingin puasa terus. Meski itu mustahil.

Tulisan ini saya buat menjelang berbuka di hari terakhir puasa kemarin.

Hari pertama Lebaran kali ini cucu-cucu akan meneruskan rekreasi. Saya terikat janji lain: bertemu pengurus NU Cabang Banyuwangi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News