Ledakan di Lebanon Menambah Penderitaan Pengungsi Palestina

Ledakan di Lebanon Menambah Penderitaan Pengungsi Palestina
Suasana yang memperlihatkan lokasi pascaledakan di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu (5/8). Foto: ANTARA FOTO/Reuters- Aziz Taher/hp

jpnn.com - Seorang pejabat organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (8/8) memperingatkan bahwa dampak ledakan di Pelabuhan Beirut akan semakin menenggelamkan komunitas yang rentan, terutama para pengungsi Palestina, dalam keputusasaan.

"Seluruh negeri terguncang oleh skala kerusakannya, dan sesuatu yang kami khawatirkan akan menimbulkan lebih banyak kesulitan terhadap komunitas yang sudah rentan," kata Claudio Cordone, Direktur Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) untuk urusan di Lebanon, dalam pernyataan UNRWA.

Pengungsi Palestina termasuk dalam komunitas yang paling rentan di Lebanon, dengan banyak dari mereka sangat bergantung pada bantuan tunai darurat dari UNRWA untuk memberi makan keluarga mereka, catat Cordone.

Tantangan besar keuangan dan ekonomi yang dihadapi seluruh wilayah negara itu telah menempatkan sebagian besar penduduknya di bawah garis kemiskinan, seperti diperingatkan dalam pernyataan tersebut.

"Meskipun ledakan di pelabuhan itu tidak memiliki dampak fisik yang besar terhadap kamp pengungsi Palestina dan instalasi UNRWA, efek keseluruhan di negara itu kemungkinan besar akan memengaruhi komunitas yang paling rentan," paparnya.

Cordone meminta komunitas bantuan internasional untuk memasukkan pengungsi Palestina dalam upaya tanggap darurat mereka demi memenuhi kebutuhan belanja makanan dan menjaga keamanan. (ant/dil/jpnn)

Dampak ledakan di Lebanon akan semakin menenggelamkan komunitas yang rentan, terutama para pengungsi Palestina, dalam keputusasaan


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News