Letda Dita Ayu Wardani Pertaruhkan Nyawa jadi Juru Parkir Helikopter

jpnn.com, MAMUJU - Peran flying deck officer Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani mungkin tak terlihat di tengah misi kemanusiaan Gempa Sulbar, tetapi sangat besar artinya.
Letnan dua Dita merupakan juru parkir helikopter di rumah sakit terapung KRI dr Soeharso.
Tugas Letda Dita layaknya tukang parkir. Memberikan isyarat dengan gerakan tangan, memberi kode ke pilot, dan memberikan arahan posisi parkir dengan benar.
Tukang parkir elite ini harus punya keahlian khusus, karena mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.
Ancaman terkena baling-baling helikopter dan hempasan mesin helikopter mengancam nyawa mereka setiap saat.
Letda Dita sehari-hari bertugas di KRI dr. Soeharso.
Dia tampak tenang saat memandu helikopter parkir ke atas rumah sakit terapung itu di perairan Mamuju, Sulbar.
"Setelah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan agar TNI AL membentuk Satgas Bencana untuk gempa Sulbar, kami pun turut bergabung dalam satgas tersebut dan langsung bergerak melakukan kegiatan misi kemanusiaan, sampai mendapatkan perintah lebih lanjut,” kata Dita seperti dikutip dari laman Komando Armada II.
Jika salah memarkir helikopter, bisa berakibat fatal untuk heli dan isinya, juga kepada Letda Dita Ayu Wardani.
- KSAL Minta Tunggakan BBM TNI AL Rp 5,45 T ke Pertamina Diputihkan, Bahlil Berkata Begini
- Soal Pembayaran Tunggakan Triliunan TNI AL, Menhan Singgung Kebijakan Tersentralisasi
- Rapat Bareng Menhan, Legislator Ungkit Utang Triliunan TNI AL
- Momen KSAL Minta Tunggakan BBM TNI AL Rp 2,25 T ke Pertamina Diputihkan
- Prajurit TNI AL Sigap Mengevakuasi Warga Terdampak Banjir di Pesawaran Lampung
- TNI AL Menggagalkan Penyelundupan 7 Calon PMI Ilegal ke Malaysia