Letjen Doni Monardo: Lakukan Karantina Mandiri Selepas Bepergian Libur Lebaran

Senin, 17 Mei 2021 – 21:47 WIB
Letjen Doni Monardo: Lakukan Karantina Mandiri Selepas Bepergian Libur Lebaran - JPNN.com
Ketua BNPB Doni Monardo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau kepada seluruh masyarakat yang baru saja bepergian selama masa libur Idulfitri untuk melakukan karantina secara mandiri di kediaman masing-masing.

"Semua ini dilakukan agar penularan kasus ini bisa kita kendalikan lebih baik lagi dibandingkan tahun yang lalu," ujar Doni dalam pernyataan yang disampaikan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin (17/5), selepas mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Doni juga mengharapkan, posko yang ada di setiap wilayah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Doni menginginkan posko efektif dalam mengupayakan program karantina mandiri tersebut selama satu hingga dua pekan mendatang.

Belajar dari pengalaman pada tahun sebelumnya di mana tiap periode libur panjang yang selalu diikuti oleh kenaikan kasus aktif dan angka kematian, maka program karantina mandiri tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mencegah peningkatan kasus dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, Doni juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada satuan tugas di daerah-daerah yang berinisiatif melakukan penutupan tempat-tempat wisata yang selama masa libur kemarin.

Terutama kepada mereka yang belum dapat menerapkan protokol kesehatan yang menjadi imbauan pemerintah pusat.

Salah satu protokol tersebut ialah mengurangi kapasitas lokasi hingga 50 persen dari jumlah keseluruhan.

"Hal ini kami harapkan tetap berlanjut agar kita semua mampu melakukan upaya maksimal dalam rangka mencegah terjadinya penularan," tuturnya.

Saat ini, menurut dia, kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia dapat dikatakan relatif terkendali.

Tingkat keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit darurat Wisma Atlet di Jakarta yang berada pada angka 16,22 persen dan rumah-rumah sakit lainnya di sejumlah daerah menjadi salah satu parameternya.

Untuk diketahui, angka 16,22 persen merupakan rekor terendah bagi keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Tingkat keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit tersebut pernah mencapai angka hingga 90-an persen.

"Oleh karenanya, momentum pascalebaran ini mari kita jaga bersama. Masyarakat diharapkan patuh kepada imbauan-imbauan yang telah disampaikan pemerintah daerah, termasuk pemerintah pusat, dan tokoh-tokoh yang ada di daerah," kata Doni. (tan/jpnn)


SPONSORED CONTENT

loading...
loading...