JPNN.com

Lewat Cara ini Dewan Asuransi Indonesia Terus Tingkatkan Pemahaman Asuransi

Kamis, 24 Oktober 2019 – 19:50 WIB
Lewat Cara ini Dewan Asuransi Indonesia Terus Tingkatkan Pemahaman Asuransi - JPNN.com
Kemeriahan puncak acara Sejuta Polis Untuk Negeri di Pulau Dewata. Foto dok DAI

jpnn.com, DENPASAR - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan perayaan Hari Asuransi merupakan bentuk komitmen berkelanjutan DAI bagi masyarakat Indonesia. Perayaan ini diharapkan terus meningkatkan pemahaman asuransi kepada masyarakat, sehingga bisa memahami arti penting memiliki produk asuransi.

Melalui tema 'Sejuta Polis untuk Negeri' kegiatan Hari Asuransi tahun ini fokus memberikan edukasi dan literasi mengenai pentingnya berasuransi guna perlindungan jangka panjang kepada seluruh lapisan masyarakat. Hari Asuransi merupakan kegiatan besar bagi seluruh pelaku di industri asuransi yang diperingati setiap 18 Oktober.

Tahun ini kegiatan puncak Hari Asuransi berpusat di sisi timur Lapangan Braja Sandi, Renon Denpasar, Bali.

"Melalui tema tahun ini, kami ingin kembali menjabarkan tujuan bersama untuk meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia," tutur Dadang dalam siaran persnya, Kamis (23/10).

Dalam pelaksanaannya DAI melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi manfaat berasuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi industri untuk lebih gencar memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan diri melalui Asuransi," tutur dadang.

Sedangkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh DAI ini. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah memaparkan tema kegiatan 'Mari Berasuransi' dan sub tema 'Sejuta Polis untuk Negeri' sejalan dengan program pemerintah.

"Yang mencanangkan target keuangan inklusif dengan persentase jumlah penduduk dewasa yang memiliki akses layanan keuangan pada lembaga keuangan formal sebanyak 75 persen pada akhir 2019," ucapnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
yessy