Lihat, Hamparan Ikan Mati di Danau Maninjau, Ribuan Ton!

Lihat, Hamparan Ikan Mati di Danau Maninjau, Ribuan Ton!
RUGI MILIARAN RUPIAH: Ribuan ton ikan keramba jala apung (KJA) di kawasan danau Maninjau, Kabupaten Agam. Foto: RIFA YANAS/PADANG EKSPRES/JPNN.com

Dia menjelaskan pemasukan seorang pekerja borongan bongkar muat ikan di sekitar danau Maninjau itu.

Tiap satu kantong ikan berisi sekitar 7 kilogram ikan. Upah pekerja tiap kilogramnya sebesar Rp 500.

Jadi, dalam tiap kantong pekerja akan mendapat upah Rp 3.500. Jika dalam sehari terjadi transaksi 1.000 kantong mulai dari pagi sampai sore hari, pekerja akan mendapat upah Rp 3,5 juta.

“Dalam 1.000 kantong jika dikerjakan oleh 15 orang, tentu total Rp 3,5 juta itu akan dibagi 15 orang pekerja. Masing-masing pekerja mendapat upah harian sebesar Rp 230.000. Itulah pemasukan mereka selama  bulan ke depan yang bakal hilang,” tegasnya.

Dari segi penjualan ikan, menurut Erdianto, 45, penambak ikan Bandakoto lainnya, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. 

“Bayangkan saja jika tiap satu kilo harga ikan senilai Rp 19.000. Maka, dalam satu ton setiap penambak sudah merugi Rp 19 juta. Jika hitungan seribu ton, tentu kerugian mencapai 19 miliar,” paparnya. (r/sam/jpnn) 

 

AGAM  - Sungguh kasihan para pemilik keramba jala apung (KJA) di kawasan Danau Maninjau, Agam, Sumbar. Ribuan ton ikan mereka mati mengambang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News