Lindungi Perusahaan China, Polisi Usir Masyarakat Adat dari Area Tambang Tembaga

Lindungi Perusahaan China, Polisi Usir Masyarakat Adat dari Area Tambang Tembaga
Arsip--Masyarakat Peru memprotes penambangan di tanah leluhur mereka. Foto: REUTERS/Enrique Castro-Mendivi

Tidak jelas apakah Las Bambas bisa kembali memulai kembali produksi dalam jangka waktu pendek. Seorang perwakilan perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pemerintah Peru mengumumkan keadaan darurat di daerah itu pada Rabu pagi, sebuah langkah yang menangguhkan kebebasan sipil seperti hak untuk berkumpul dan protes.

Komunitas adat Fuerabamba dimukimkan kembali sekitar satu dekade lalu untuk memberi jalan bagi Las Bambas, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia.

Perusahaan tambang itu berjuang melawan protes berulang dan blokade jalan yang terkadang memaksa mereka untuk menghentikan produksi.

Jika kembali berproduksi, Las Bambas akan menambah pasokan global, yang berpotensi menurunkan harga, meskipun perusahaan tambang itu telah menghadapi gangguan berulang dari masyarakat lokal yang miskin yang menuntut kontribusi keuangan yang lebih besar. (ant/dil/jpnn)

676 petugas kepolisian dikerahkan untuk mengusir masyarakat adat yang menduduki lahan milik perusahaan tambang asal China, Las Bambas


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News