Literasi dan Kecerdasan Kunci Hadapi Hoax

Literasi dan Kecerdasan Kunci Hadapi Hoax
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Hoax menjadi fenomena yang meresahkan di masyarakat.

Hoax dijadikan 'kendaraan' oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan berita bohong yang tidak bertanggung jawab.

Ironisnya, hoax ini sulit dibendung seiring dengan kemajuan teknologi informasi berupa media sosial (medsos).

Pengamat medsos dan IT Nukman Luthfie mengungkapkan, hoax ini sudah lama ada. Alhasil, masyarakat sepertinya sudah biasa dengan berita-berita hoax.

Bahkan, hal itu banyak dijumpai tidak hanya melalui media tetapi ruang bebas seperti iklan obat kuat investasi menggandakan uang, dan lain-lain.

Saat ini, menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, hoax banyak digunakan untuk kepentingan politik.

"Kuncinya adalah literasi (pemahaman) dan kecerdasan masyarakat dalam menyaring berita atau informasi. Selama ini masyarakat kita tidak biasa kritis dan kesannya gampang menelan konten apa pun di media dan medsos, termasuk konten yang tidak berdasar," ujar Nukman di Jakarta, Jumat (27/1).

Nukman menilai, literasi masyarakat terhadap informasi baik di media maupun medsos sangat rendah.

Hoax menjadi fenomena yang meresahkan di masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News