Literasi Tidak Hanya Membaca, Menulis, dan Berhitung

Literasi Tidak Hanya Membaca, Menulis, dan Berhitung
Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar (kanan). Foto: Mesya Mohammad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, literasi tidak hanya cukup membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Enam literasi dasar harus dikuasai semua orang dewasa di dunia. Saat ini literasi masih diukur dengan melihat angka buta aksara.

“Untuk literasi digital, leading sector-nya Kementerian Komunikasi dan Informatika. Untuk literasi keuangan, leading sector-nya Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan,” terang Harris dalam peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI), Minggu (8/9).

BACA JUGA: Muhadjir Effendy: PNS Kemendikbud Wajib Pindah ke Ibu Kota Baru

Dia menambahkan, pendidikan nonformal juga memiliki peran untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja praktik, seperti pada program Pendidikan Kesetaraan Paket C.

“Jadi, semua ikut paket C sekarang ini akan mendapatkan layanan keterampilan khusus sehingga lulusnya akan mendapatkan ijazah negeri paket C yang setara SMA, dilindungi oleh negara lalu berlaku di perguruan tinggi, di dunia usaha dan laku juga secara kompetensi,” jelas Harris

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengemukakan, legislatif memberikan dukungan kepada dunia pendidikan nonformal dan informal dalam bentuk anggaran atau kebijakan khusus yang nantinya akan berdampak kepada para alumni kursus.

"Anggaran sudah jauh meningkat. Namun, kalau dibandingkan pendidikan formal, tentu saja jauh. Jika kita bandingkan dengan 5 tahun terakhir, sudah sangat meningkat. Tahun ini ada Rp 8,3 triliun untuk pusat dan daerah," ucapnya.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, literasi tidak hanya cukup membaca, menulis dan berhitung (calistung).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News