Lokasi Kapal RI Belum Terdeteksi

20 WNI Masih Disandera Perompak Somalia

Lokasi Kapal RI Belum Terdeteksi
Lokasi Kapal RI Belum Terdeteksi
Jubir Kemenlu Michael Tene mengatakan, di kawasan tersebut memang sudah sering terjadi pembajakan karena termasuk zona merah. Saat ini Kemenlu terus berkomunikasi dengan berbagai jejaring dan organisasi untuk menangani masalah ini. Fokus pemerintah adalah mengupayakan keselamatan para ABK. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal namun belum bisa dipastikan apa saja tuntutan perompak.

Pemerintah mengutamakan diplomasi dalam upaya pembebasan WNI tersebut. Hal ini belajar pada insiden serupa ketika dua ABK asal Indonesia disandera di kapal milik Korea Selatan Januari lalu. Dua WNI yang menjadi ABK di kapal milik Korsel tersebut dapat dibebaskan, setelah pasukan elit Korsel mengerahkan pasukannya. Alhasil, selain berhasil membebaskan warga Korsel yang menjadi ABK, pasukan Korsel pun berhasil membebaskan WNI yang juga turut disandera.

Banyak pihak menilai pasukan elit Indonesia sangat mampu bertindak sendiri untuk menyelamatkan WNI yang mengalami penyanderaan tersebut. Sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia cukup mumpuni untuk melakukan hal tersebut, tapi selama ini pemerintah cenderung menunggu bantuan negara lain.

Seperti diwartakan, Wakil Direktur Utama PT Samudera Indonesia, David Batubara telah menyatakan perusahaan sempat melakukan komunikasi dengan ABK di hari ketika perompakan itu terjadi. Walau dalam kondisi disandera, mereka menyatakan dalam keadaan aman dan baik walaupun kemudian hubungan via telepon itu terputus. Menurut David , PT Samudera Indonesia bukan hanya kali ini saja menggunakan jalur perairan Somalia bagi kapal-kapalnya dengan tujuan Eropa. Namun baru sekali ini mengalami pembajakan di kawasan tersebut. (zul/ito/jpnn)

JAKARTA - Hingga hari ketiga penyanderaan Kapal Kargo berbendera Indonesia MV Sinar Kudus oleh Bajak Laut Somalia, pemerintah masih belum bersikap.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News