Longsor Tiga Desa di Kintamani, 12 Tewas

Longsor Tiga Desa di Kintamani, 12 Tewas
Longsor. Foto: dok.JPG

Menurutnya, ada ratusan rumah yang menjadi langganan banjir bandang. Penyebabnya, tidak ada drainase sehingga air dan lumpur mengalir di jalan dan merendam rumah warga.

Selama tidak ada drainase, maka banjir bandang akan selalu terjadi setiap musim hujan di dua dusun tersebut.

“Tidak ada drainase, tapi kalau buat drainase di mana? Jalan sempit, kanan kiri dan jalan rumah,” paparnya.

Sementara itu, dilaporkan, satu korban longsor dievakuasi ke RSUP Sanglah karena luka yang dialaminya cukup berat.

Dia adalah Wayan Selang, putra Made Kawi, korban tewas dalam insiden longsor di Banjar Pondokan Yeh Magung, Desa Sukawana.

Menurut kerabat Selang, Wayan Arya, musibah terjadi sekitar pukul 02.00. “Kejadiannya begitu cepat, saat itu semua lagi tidur,” kata Arya.

Cepatnya musibah itu tak mampu diantisipasi korban. Mereka pun tertimbun material longsor. Arya mengungkapkan, sebenarnya ada firasat sebelum kematian ayahnya.

Sempat dia mengajak ayah untuk pindah ke desa sebelah di rumah pamannya, tapi sang ayah menolak.

Bencana longsor terjadi di seputaran Danau Batur, Kintamani, Bangli, kemarin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News