Selasa, 23 Juli 2019 – 03:23 WIB

LSM Lingkungan Indonesia Galang Dukungan untuk Amazon

Senin, 22 Agustus 2011 – 14:54 WIB
LSM Lingkungan Indonesia Galang Dukungan untuk Amazon - JPNN.COM

JAKARTA - Puluhan aktivis lingkungan yang berasal dari beberapa LSM lingkungan di Indonesia melakukan penggalangan dukungan dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Surat tersebut dibuat sebagai bentuk protes para aktivis terhadap rencana pembangunan bendungan raksasa Belo Monte di Sungai Xingu, Kawasan Hutan Amazon, Brazil.

"Kami bersama puluhan orang dari organisasi masyarakat sipil menyatakan keprihatinan atas paksaan pembuatan bendungan raksasa Belo Monte yang akan merusak Hutan Amazon, Sungai Xingu, dan mengancam masyarakat adat, masyarakat tepi sungai, keluarga petani, serta nelayan di Brazil," ungkap Islah, Manajer Kampanye Air dan Pangan Eksekutif Nasional Walhi, kepada JPNN, Senin (22/8).

Dijelaskan, solidaritas serupa juga dilakukan secara bersamaan pada hari ini di seluruh dunia. Ribuan orang telah berkumpul untuk menjalankan aksi solidaritas bagi masyarakat yang terancam oleh pembuatan bendungan raksasa Belo Monte, di depan Kedutaan Brazil di 22 negara di seluruh dunia.

"Kami sangat prihatin tentang konsekuensi sosial dan lingkungan yang rusak, jika Belo Monte dibangun. Terutama untuk masyarakat adat dan komunitas lainnya yang tinggal di sepanjang hamparan 100 km dari Sungai Xingu, karena 80 persen dari aliran sungai akan dialihkan ke dalam reservoir buatan," terang Islah.

Berdasarkan data yang dihimpun Walhi dari berbagai sumber, biaya konstruksi proyek ini tercatat sangat besar, yakni mencapai 20 miliar USD. Ada dugaan bahwa seluruh proses perencanaan dan perizinan lingkungan Belo Monte dilakukan dengan intervensi politik, yang secara terang-terangan mengabaikan aturan hukum tentang hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan.

Islah yang mewakili puluhan aktivis lingkungan dari berbagai organisasi ini, mengaku yakin bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi, Brazil tidak memerlukan pembangunan mega bendungan di Amazon seperti Belo Monte. "Ada solusi yang lebih baik, didasarkan pada konservasi energi dan efisiensi. Beberapa contohnya seperti pembangkit listrik dari matahari, angin dan biomassa, yang akan menghasilkan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan di Brazil. Demikian pula, telah terbukti bahwa sektor pertanian di Brazil dapat terus tumbuh tanpa deforestasi lebih lanjut, melalui peningkatan produktivitas lahan yang sudah dibersihkan," ujarnya.

Atas dasar itulah, melalui surat yang tercatat dikirim oleh 20 orang dari berbagai organisasi masyarakat sipil di Indonesia tersebut, pemerintah Brazil diminta untuk melakukan beberapa hal, di antaranya yakni membatalkan proyek Belo Monte. Islah mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah Brazil dapat dijadikan pelajaran bagi Indonesia, terutama terkait maraknya pembangunan bendungan untuk kepentingan energi.

"Sudah saatnya pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menghentikan pembuatan bendungan. Karena selain efektifitasnya rendah, (pembangunan bendungan) juga menimbulkan pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan dalam jangka panjang. Ini juga (harus) menjadi perhatian pemerintah kita, karena pemerintah kita saat ini berencana membangun waduk-waduk baru. Target rencana strategis Kementerian Pekerjaan Umum periode 2010-2014 (adalah) menargetkan membangun 19 waduk di seluruh Indonesia," kata Islah. (tas/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar